Rabu, 01 Maret 2017

tips Memilihara Tanaman bunga anggrek


Agar Anda tak perlu membelinya terus-menerus, simak cara jitu memelihara tanaman anggrek berikut ini.
Bibit Oke
Jika Anda ingin membeli tanaman anggrek, jangan mudah tergoda dengan harganya yang murah. Pastikan tanaman tersebut sudah pernah berbunga sebelumnya. Tanaman anggrek yang pernah berbunga kemungkinan besar akan berbunga kembali dalam waktu cepat.
Digantung
Jangan letakkan tanaman anggrek begitu saja di atas lantai atau tanah. Kondisi ini membuat air yang Anda siram pada tanaman susah mengalir. Akibatnya, akarnya akan mudah membusuk. Untuk itu, gantunglah anggrek atau letakkan pada rak tanaman.
Guanam yang Menyerap Air
Bila Anda tidaknakan Media T punya banyak waktu untuk mengurus anggrek, jangan menggunakan arang sebagai media tanamnya. Arang akan menyerap panas dan membuat anggrek cepat kering.
Lebih baik pilih sabut kelapa yang dicampur dengan styrofoam. Sabut kelapa akan menyerap air yang dib
utuhkan oleh akar anggek, sementara styrofoam memudahkan air untuk mengalir. Anda juga bisa menambahkan serat kayu untuk menjaga anggrek tetap sejuk karena serat tersebut menyerap air.
Menanam Anggrek di Dalam Ruangan
Biasakan tetap memberi paparan sinar matahari bagi anggrek di dalam ruangan. Anda cukup meletakkannya di depan jendela pada pagi atau sore hari. Siram anggrek setiap sore dan segera keringkan jika ada air yang menggenang di daunnya untuk mencegah daun menguning dan busuk.
Jangan Terlalu Sering Disiram
Menyiram anggrek 1-2 kali sehari sudah cukup, dan tak perlu lagi menyiramnya saat anggrek terkena siraman air hujan. Anggrek yang terlalu sering terkena air, akan mudah busuk akarnya sehingga menimbulkan jamur.

Sabtu, 04 Februari 2017

Ciri- Ciri Bunga Anggrek

Tanaman bunga anggrek juga memiliki ciri-ciri khusus sehingga berbeda dengan bunga yang lain, diantaranya:

1. Bunga

Pada tanaman anggrek bunga yang dimiliki hanya terdapat 3 buah daun kelopak bunga atau yang dinamakan spalum. Spalum yang terletak pada punggung disebut dengan spalum dorsal atau punggung, dan bagian spalum lainnya dinamakan spalum literalia karena menyamping. Daun pada mahkota terdapat dua yang dinamakan petala dan juga sepala. Bunga Anggrek memiliki warna yang cerah dan bentuknya pun mirip dengan serangga. Dengan memiliki bentuk yang khas, sehingga mampu menarik serangga dalam proses penyerbukan bunga.

2. Akar

Akar tanaman anggrek memiliki fungsi untuk merekatkan tubuhnya ke tanaman lain, dan bukan hanya itu berfungsi sebagai penyalur air kesemua bagian. Untuk anggrek epifit, memiliki akar dengan lapisan velamen yang berongga, lapisan tersebut berguna dalam meyerap air yang jatuh dari pohon lain. Dalam bagian lapisan velamen, terdapat juga klorofil. Bentuk akar pada tanaman anggrek epifit memiliki bentuk serabut yang pendek dan bahkan ada juga yang tidak berserabut. Beda lagi untuk anggrek jenis terrestrial yaitu anggrek tanah, jenis anggrek ini memiliki akar yang panjang.

3. Batang

Batang tanaman anggrek disesuaikan dengan tipe tanaman anggrek itu sendiri, tipe anggrek memiliki dua tipe yaitu tipe simpodial dan monopodial. Untuk tanaman anggrek tipe simpodial, jenis ini tidak memiliki batang utama sehingga bunga keluar dari ujung batang. Jenis anggrek yang memiliki tipe simpodial yaitu Dendrobium, Cattleya, Oncidium, dan Cymbidium. Sedangkan untuk anggrek dengan tipe monopodial yaitu anggrek yang memiliki batang lurus ke atas, serta bunganya keluar dari sisi batang diantara ketiak daun. Jenis anggrek yang bertipe monopodial antara lain jenis Vanda, Arachnis, Renanthera, Phalaenopsis, dan juga Aerides.

4. Daun

Daun yang dimiliki tanaman anggrek disesuaikan dengan jenis tanaman anggrek itu sendri, ada yang memiliki bentuk slindris dan ada juga yang memiliki bentuk talang. Bentuk slindris yaitu anggrek dengan bentuk daunn panjang serta tumpul mirip sebuah pesil. Jenis anggrek dengan memiliki daun slindris diantaranya jenis Vanda potlod. Selain slindris yaitu talang, bentuk talang yaitu bentuk daun dengan memiliki helaian kiri dan kanan membentuk sebuah sudut sehingga persis kayak talang. Tanaman anggrek yang memiliki daun tipe talang anatara lain jenis Aerides, Ascocentrum, dan juga Rhynchostylis. Bentuk-bentuk lain seperti sendok, bentuk daun bertunggangan, sehingga daun tanaman anggrek akan berbeda sesuai jenis anggreknya.

5. Buah

Bunga yang dimiliki tanaman anggrek sangat bervariasi sehingga tanaman ini juga menghasilkan buah. Agar menghasilkan buah, bunga anggrek harus mengalami penyerbukan terlebih dahulu yaitu sekitar 3 s.d 9 bulan dan kemudian akan muncul buah. Matangnya buah anggrek disesuaikan dengan jenis anggrek tersebut, ada yang prosesnya lama ada juga yang sebentar. Contonya anggrek Vanda yang hanya matang 6 s.d 7 bulan saja.

Tananam Anggrek Yang Berdasarkan Tempat Tumbuh

Tanaman Anggrek yang Berdasarkan Tempat Tumbuh

Ada beberapa tipe jenis tanaman anggrek yang tempat tumbuhnya, antara lain:

a. Anggrek Epifit

Anggrek Epifit merupakan jenis anggrek yang tumbuh menumpang dengan pohon lain, dimana pohon lain sebagai inangnya. Jenis anggrek ini membutuhkan naungan dari sinar matahari serta memiliki akar yang pendek. Jenis anggrek ini yaitu Cattleya sp., Dendrobium sp., Vanda sp. Phalaenopsis sp.

b. Anggrek Terestial

Anggrek Terestial merupakan jenis anggrek yang tubuh di tanah, jenis anggrek ini memiliki akar yang kuat dan panjang serta sangat membutuhkan cahaya matahari langsung. Anggrek jenis terestial yaitu Phaius sp.

c. Anggrek Saprofit

Anggrek Saprofit merupakan jenis anggrek yang tumbuh pada dedaunan kering yang mengandung banyak humus. Tanaman anggrek ini sedikit membutuhkan sinar matahari. Jenis anggrek ini yaitu Goodyera sp.

d. Anggrek Litofit

Anggrek Litofit merupakan jenis anggrek yang tumbuh pada daerah bebatuan, tumbuhan anggrek ini tahan terhadap sinar matahari langsung. Jenis anggrek ini yaitu Paphiopedilum sp.
Tanaman bunga anggrek akan bertahan didaerah lembab, hal ini karena daerah tersebut memiliki ketersediaan air yang cukup. Ini disebabkan karena adanya hujan, uap air di udara, ataupun tetesan embun.

Cara Merangsang Bunga Anggrek Agar Berbunga


           
.Tidak sulit merangsang anggrek supaya berbunga pada waktu-waktu tertentu, asalkan kondisi tanaman sudah dewasa. Melalui pengaturan cahaya, penyiraman, pemupukan, dan suhu dalam waktu tertentu, tanaman dapat menghasilkan bunga.
             
Dendrobium yang dapat dipacu pembuangannya adalah tanaman yang sudah memiliki daun akhir. Tanaman ini tidak mengeluarkan tunas lagi. Tanaman tersebut memerlukan waktu minimal 1 bulan untuk menghasilkan bunga. Jika tanaman masih mengeluarkan tunas, perlu waktu sekitar 2,5 bulan.
Phalaenopsis dianggap dewasa dan mampu mnghasilkan bunga jika tanaman sudah berdaun empat helai. Proses memacu pembungaan Phalaenopsis membutuhkan waktu 3 bulan. Begitu pula proses memacu pembungaan untuk Cattleya.

Cahaya dan kelembapan 
 Teknik untuk merangsang pembungaan anggre adalah dengan mengatur intensitas cahaya matahari. Dendrobium membutuhkan intensitas 4.000-5.000 fc (food candle = satuan intensitas cahaya), Phalaenopsis 2.000 fc, dan Cattleya 3.000-4.000 fc. Sebagai patokan, intensitas cahaya matahari pada saat siang hari yang cerah sama dengan  10.000 fc.
Kelembapan sangat berpengaruh terhadap proses pembungaan anggrek. Kelembapan untuk Phalaenopsis tidak boleh kurang dari 60% dengan suhu idela 28-32 derjat Celcius. Untuk Dendrobium dan Cattleya, kelembapan yang dibutuhkan tidak kurang dari 50% dengan kisaran suhu 28-32 derjat Celcius.
Tiga bulan sebelum target waktu yang ditetapkan untuk berbunga, setiap hari anggrek dijemur dari pukul 07.00-10.00. Selesai penjemuran, anggrek diletakkan lagi di bawah jaringan peneduh dengan intensitas 35% sinar matahari yang masuk.
Berbeda dengan Dendrobium dan Phalaenopsis yang perlu penambahan intensitas cahaya matahari, Cattleya justru membutuhkan suasana malam yang lebih lama. Setiap pukul 16.00 sampai 06.00 pagi, Cattleya harus dikerudungi kain hitam. Idealnya pencahayaan samapai 3.000-4.000 fc. Perlakuan tersebut dilakukan setiap hari agar sebulan kemudian kuncup bunga muncul.
Di dalam gelap timbul florigen (hormon pembungaan). Semakin lama suasana suasana malam, semakin tinggi kadar florigen sehingga semakin besar peluang  anggrek berbunga. Pada siang hari florigen hancur oleh sinar matahari.

pupuk dan pengairan
Pengaturan cahaya matahari harus diiringi dengan pemberian pupuk. Jika tidak, anggrek tetap tidak akan berbunga. Penjemuran anggrek akan meningkatkan fotosintesis sehingga semakin banyak karbohidrat yang diproduksi daun.
Malam hari semakin banyak karbohidrat yang diproduksi daun. Malam hari karbohidrat tersebut dikirim ke akar, diubah menjadi energi untuk menyedot unsur hara yang ada dalam media tanam. Jika energi tersedia, tetapi unsur hara kurang, anggrek tidak akan berbunga.
Cahaya yang kurang, membuat karbohidrat yang terbentuk sedikit sehingga energi untuk menarik unsur hara pun juga kurang. Energi yang lemah hanya bisa menarik nitrogen, akibatnya tanaman akan tetap vegetatif dan tidak akan menghasilkan bunga.
Pupuk mejemuk seperti Gandasil B (6:20:30), Gaviota 67 (10:40:15) dapat untuk membantu tanaman anggrek agar cepat berbunga. Dosis pemupukannya 1-2 gram/liter air denga frekuensi pemupukan sebanyak 2 kali sehari.

Pupuk Organik Untuk Anggrek

Pupuk Organik Untuk Anggrek

Seringkali apabila kita memelihara anggrek jenis terestrial, litofit, saprofit atau semi terestrial untuk menambahkan pupuk organik kedalam media tanamnya sebagai sumber unsur hara makro dan miro dan juga dapat untuk memperbaiki sifat kimia, biologi dan fisik tanah disekitar perakaran anggrek. Selain itu jika kita kreatif, maka sumber bahan organik dapat kita peroleh dengan mudah dari lingkungan sekitar kita, bahkan dari diri kita sendiri (ups!!). Berikut saya sajikan nilai kandungan rata-rata pupuk organik dari berbagai sumber bahan organik.
Jenis PupukNitrogen (%)Fosfor (%)Kalium (%)
Kerbau0,6-0,72,0-2,50,4
Sapi0,5-1,62,4-2,90,5
Kuda1,5-1,73,6-3,94,0
Domba0,6-3,70,2-0,80,1-1,0
Ayam1,0-2,18,9-10,00,4
Guano0,5-0,623,5-31,60,2
Tinja Manusia3,0-3,23,2-3,40,7
Kompos0,5-0,71,7-3,10,3-0,5
Azzola3,0-4,01,0-1,52,0-3,0
Daun lamtoro2,0-4,30,2-0,41,3-4,0
Darah hewan kering10,0-121,0-1,5
Jerami padi0,80,2
 Penggunaan pupuk organik untuk anggrek juga memiliki kelemahan, diantaranya ialah, diperlukan dalam jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dari suatu pertanaman (karena kandungan hara relatif rendah), bersifat ruah, baik dalam pengangkutan dan penggunaannya di lapangan, kemungkinan menimbulkan kekahatan unsur hara apabila bahan organik yang diberikan belum cukup matang (tanaman justru akan menguning dan merana). Oleh karena itu meskipun sangat dianjurkan, namun dalam pemakaiannya juga harus cermat dan tepat.berikut saya berikan pula beberapa informasi mengenai karakterisasi kompos yang telah selesai mengalami proses dekomposisi secara sempurna (matang) ditinjau dari kondisi fisik.
  • Berwarna coklat tua sampai kehitam-hitaman
  • Tidak dijumpai adanya lalat atau bau busuk yang masih menyengat
  • Suhu pupuk sudah tidak tinggi/panas/hangat (pendinginan merupakan indikator selesainya proses pengomposan, meskipun bahan kompos telah dibalik dan disiram tetap tidak timbul panas)
  • Struktur nya remah, pupuk menjadi media yang lepas-lepas dan tidak kompak,
    sehingga sulit dikenali lagi bahan dasarnya.
Jika masih ragu, berikut tips uji tingkat kematangan pupuk menggunakan perkecambahan benih.
Untuk menguji kematangan pupuk organik, botol bekas selai atau botol minuman mineral yang dipotong setengah diisi pupuk yang sudah disaring, benih tanaman tertentu (yang pernah saya coba yaitu biji bayam liar) ditanam dan pertahankan kondisi pupuk tetap lembab. Botol berisi pupuk dan benih diletakkan di tempat yang terang dan terbuka. Karena benih sangat sensitif terhadap faktor tumbuh, maka tingkat kematangan pupuk dapat diukur berdasarkan kecepatan pertumbuhan benih.
  • Pupuk matang : benih akan berkecambah setelah 2-3 hari dan setelah 5-7 hari
    berwarna hijau dengan akar cukup panjang berwarna putih.
  • Pupuk segar : hanya beberapa benih yang tumbuh dan memerlukan waktu yang lebih lama, daun berwarna hijau pucat, akar pendek pertumbuhan tanaman kerdil, dan daun kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan.
 

Perkembangan Dan Prospek Usaha Anggrek




Perkembangan Dan Prospek Usaha Anggrek

Usaha budidaya tanaman anggrek hias ini ternyata membuka peluang usaha tersendiri bagi kita yang hobi merawat tanaman anggrek ini.
Peluang bisnis yang di hasilkan pada tanaman hias anggrek ini biasanya lebih banyak mendapatkan keuntungan.Tetapi jika ingin melakukan budidaya tanaman anggrek ini, kita juga harus siap menanggung resiko apabila terjadi kegagalan pada tanaman hasil budidaya tersebut.
Biasanya dalam hal melakukan budidaya tanaman hias anggrek ini dapat di lakukan dengan berbagai macam cara, salah satu penjelasannya dapat kita lihat di bawah ini :
  • Jenis anggrek Kompot
Kompot ini juga sering di gunakan pada tanaman hias anggrek, bukan hanya pada tanaman hias anggrek melainkan juga banyak di gunakan pada jenis tanaman lainnya.
Pada umumnya kompot ini banyak gunakan pada tanaman hias anggrek yang masih dalam keadaan bibit. Pada umumnya kompot ini banyak di buat dengan menggunakan botol kaca maupun pelastik.
  • Pot tunggal
Setelah tanaman terlihat agak sedikit membesar, baru lah kita dapat meletakkannya ke dalam pot tunggal
Untuk pot tunggal pada tanaman hias anggrek ini biasanya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pot tunggal untuk jenis tanaman anggrek yang muda dan pot tunggal untuk jenis tanaman anggrek yang sudah tua.
Bukan hanya itu saja, ternyata pot tunggal ini memiliki berbagai macam jenis ukuran yang akan di gunakan.
Untuk ukurannya ini biasanya berkisar antara 7- 16 cm. Untuk menentukan ukuran dari pot tunggal ini biasanya dapat di tentukan dengan melihat usia dari tanaman anggrek tersebut.
  • Tanaman berbunga
Selain itu, jika tanaman hias anggrek telah berbunga dengan lebat, maka penempatan potnya pun juga berbeda lagi. Biasanya untuk tanaman anggrek yang sudah berbunga ini memiliki ukuran berkisar 16 cm.
Tanaman yang di hasilkan pun lebih baik lagi apabila pot yang di gunakan untuk tanaman anggrek sesuai dengan ketentuannya.

Membasmi Hama Hewan Pada Tanaman Anggrek

Untuk mendapatkan hasil yang baik, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek budi daya anggrek yang sangat penting Jenis hama perusak yang menyerang anggrek cattleya biasanya berupa hewan-hewan kecil seperti serangga, kutu, tungau, ulat, dan semut.
Hama yang berukuran lebih besar yaitu keong dan siput. Hama-hama tersebut merusak anggrek cattleya dengan cara mengisap cairan tanaman atau memakan bagian tanaman. Serangan hama akan merusak penampilan tanaman, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Oleh karena jenis hama terdiri dari kelompok insekta, moluska, dan kutu maka untuk membasmi anggrek Cattleya digunakan insektisida, akarisida, dan molusida.
 
1. Tungau (mites)
Tanaman anggrek yang terserang mites ditandai dengan berubahnya warna helaian daun menjadi kuning keperakan. Pemberantasan tungau  dengan insektisida, seperti Malathion, Diazion, Kelthane, dan Dursban dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai anjuran.
Penyemprotan insektisida dilakukan 1-2 kali seminggu, tergantung pada tingkat serangannya. Waktu penyemprotan dilakukan pada pukul 6.00-07.00 atau pukul 17.00-18.00.
2. Trips
Tanaman anggrek yang terserang trips mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, kuntum bunga rontok, dan daun berwarna keperakan. Trips diberantas dengan insektisida, seperti Malathion, Bayrusil, Kelthane, dan Dursban dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai anjuran.
Penyemprotan insektisida dilakukan 1-2 kali seminggu, tergantung pada tingkat serangannya. Waktu penyemprotan dilakukan pada pukul 06.00-07.00 atau pukul 17.00-18.00.
3. Aphid (kutu hijau)
Sesuai namanya, kutu daun ini waktu masih muda berwarna hijau dan berwarna cokelat tua sampai hitam sudah dewasa. Kutu hijau dapat dibasmi dengan insektisida, seperti Bayrusil, Orthane, Malathion, dan Diazinon dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai dosis anjuran.
4. Kutu perisai (scale insect)
Kutu perisai berwarna merah sampai cokelat tua. Hama ini terutama menyerang tanaman anggrek di bagian daunnya. Kutu perisai dapat diberantas dengan insektisida, seperti Malathion, Diazinon, Orthane, dan Hostathion dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai dosis anjuran.
Penyemprotan hama ini dilakukan 1-2 kali seminggu, tergantung pada tingkat serangannya. Waktu penyemprotan dilakukan pada pukul 06.00-07.00 atau 17.00-18.00.
5. Siput atau keong
Siput atau keong kecil biasanya bersembunyi di antara media tumbuh dan menyerap akar serta memakan bagian tanaman terutama tunas dan daun muda. Siput dapat dibasmi dengan molusida, sepeti Metaldehyde, Mesurol, Sevin dan Metadex. Molusida diberikan sekali seminggu atau tergantung pada tingkat serangan. Waktu pemberantasan dilakukan pada sore hari dengan cara diletakkan di media tumbuhnya.
6. Semut
Semut biasanya bersembunyi di antara media tumbuh sehingga mengganggu pertumbuhan akar. Akibatnya, pertumbuhan tanaman akan terhambat. Semut dapat diberantas dengan insektisida, seperti Hostathion, Azodrin, Dursban, dan Diazinon dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai dosis anjuran. Penyemprotan dilakuakan 1-2 kali seminggu atau tergantung pada tingkat serangannya.
7. Kumbang gajah
Kumbang gajah memakan bagian epidermis tanaman. Bila serangan hama ini sampai pada titik tumbuh (meristem) dapat menyebabkan kematian pucuk sehingga pertumbuhan anggrek menjadi terhenti. Kumbang gajah dapat dibasmi dengan insektisida, seperti Demicron, Diazonin, Malathion, atau sejenisnya.
Penyemprotan insektisida dilakukan 1-2 kali seminggu, tergantung pada tingkat serangannya. Sebaiknya digunakan insektisida yang bersifat sistemik karena kumbang gajah dan larvanya hidup dan bersembunyi di dalam pseudobulb. Hama akan mati setelah makan jaringan tanaman yang mengandung insektisida Waktu penyemprotan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-07.00 atau sore hari pukul 17.00-18.00.

Jumat, 03 Februari 2017

5 Jenis Spesies Bunga Anggrek


5 Jenis Spesies Bunga Anggrek


1. Anggrek epifit

Anggrek ini hidup menempel di batang, dahan, atau ranting pohon yang masih hidup maupun yang sudah mati. Bentuk daun lebar dan relatif tipis. Seluruh akarnya yang fungsional menjuntai di udara, sedangkan akar yang menempel pada media (substrat) hanya berfungsi sebagai jangkar, yaitu untuk menahan tanaman pada posisinya. Di anggrek yang tergolong dalam tipe ini adalah Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda, dan Cattleya.
2. Anggrek semiepifit
Anggrek semiepifit juga tumbuh menempel pada substrat. Namun, sebagai akarnya yang menempel juga berfungsi untuk mendapatkan hara dibawah substrat. Akar-akar aktif lainnya menjuntai di udara. Termasuk dalam anggrek semiepifit antara lain Brassavola, Epidendrum, dan Laelia.
3. Anggrek semiterrestrik

Anggrek semitrrestrik adalah anggrek yang hidup dan tumbuh di atas permukaan tanah. Anggrek ini tidak memiliki bonggol (umbi semu) seperti pada jenis anggrek terrestrik dan kedudukan seluruh batangnya berada di atas permukaan tanah. Tergolong anggrek semitrrestrik antara lain  Arachnis , Arundina, Paphiopedilum, Vanila (panili).
4. Anggrek terrestrik
Anggrek terrestrik tumbuh di tanah atau media buatan yang diletakkan di tanah pada tempat terbuka. Media tanamnya berupa tanah atau humus. Anggrek tipe ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu terrestrik murni dan terrestrik berumbi semu.
Anggrek terrestrik murni kedudukan akar dan batangnya berada di dalam tanah. Tergolong anggrek terrestrik murni antara lain Cryptostylis dan Habenaria .
Anggrek terrestrik berumbi semu, kedudukan tanaman atau umbi semunya berada sebagian atau seluruh nya di atas tanah. Akar-akarnya berada dekat dibawah lapisan permukaan tanah. Termasuk dalam jenis anggrek terrestrik berumbi semu antara lain Cymbidiumdan Coelogyne.
5. Anggrek saprofit
Anggrek saprofit adalah anggrek yang dapat hidup dengan baik atau mampu menyesuaikan diri dari pada media organik seperti humus  atau bahan lain yang telah terurai seperti humus atau bahan lain yang telah terurai seperti kompos dan pupuk kandang yang sudah lama.
Termasuk dalam golongan anggrek saprofit antara lain Galeola dan Epipogium. Kedua anggrek tersebut tidak terdapat di Indonesia.

4 Kelompok Habitan Tanaman Bunga Anggrek


4 Kelompok Habitat Tanaman Anggrek












Habitat tanaman anggrek dibedakan menjadi 4 kelompok sebagai berikut :
  1. Anggrek epifit, yaitu anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari, misalnya Cattleya sp. memerlukan cahaya +40%, Dendrobium sp. 50–60%, Phalaenopsis sp. + 30 %, dan Oncidium sp. 60 – 75 %.
  2. Anggrek terestrial, yaitu anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung, misalnya Aranthera sp., Renanthera sp., Vanda sp., dan Arachnis sp. Tanaman anggrek terestrial membutuhkan cahaya matahari 70 – 100 %, dengan suhu siang berkisar antara 19 – 380C, dan malam hari 18–210C. Sedangkan untuk anggrek jenis Vanda sp. yang berdaun lebar memerlukan sedikit naungan.
  3. Anggrek litofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada batu-batuan, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh, misalnya Dendrobium phalaenopsis.
  4. Anggrek saprofit, yaitu anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya matahari, misalnya Goodyera sp.

29 Ciri- Ciri Tanaman Bunga Anggrek

Ciri Ciri Bunga Anggrek

Meskipun masih dalam family yang sama, tanaman anggrek mempunyai ciri khas yang membedakan dari tanaman lainnya. Ciri-ciri bunga anggrek diantaranya adalah:
  1. Perakaran tanaman anggrek merupakan akar serabut, namun tidak dalam
  2. Akar-akar tanaman anggrek termasuk akar sukulen yang tebal dan berdaging
  3. Tanaman anggrek memiliki jamur akar (mikoriza) yang sering ditemukan di permukaan akar
  4. Batang tanaman anggrek terdiri dari ruas-ruas
  5. Batang seringkali menebal dan terlingdungi oleh lapisan lilin untuk menghidari penguapan yang berlebihan
  6. Batang dapat berbentuk memanjang (monopodial) dan juga melebar (simpodial) tergantung pada genusnya
  7. Tanaman anggrek yang tumbuh di tanah mempunyai batang yang relatif pendek, lebih mirip seperti umbi
  8. Umumnya daun tanaman anggrek berbentuk oval, memanjang dan memiliki tulang daun yang memanjang sepanjang daun
  9. Daun tanaman anggrek dapat menebal yang berfungsi sebagai tempat penyimpan air serta dilapisi oleh lapisan lilin sehingga tamapak lebih mengkilap
  10. Tanaman anggrek memiliki ciri ciri bunga dengan bentuk, warna dan corak yang bervariasi
  11. Bunga anggrek tersusun pada tangkai bunga yang berbentuk tandan yang memanjang
  12. Dalam satu tangkai bunga umumnya terdapat lebih dari 3 kuntum bunga (berbunga majemuk)
  13. Ciri ciri bunga anggrek berbentuk simetris bilateral
  14. Bunga tanaman anggrek umumnya mempunyai column, sepal dorsal, sepal, petal dan labellum
  15. Umumnya kelopak bunga (sepal) berwarna mirip dengan mahkota bunga. Ini disebut dengan tepal
  16. Modifikasi mahkota bunga berbentuk seperti lidah yang berfungsi untuk melindungi sususan organ yang didalamnya terdapat benangsari dan putik
  17. Tangkai benagn sari berukuran pendek yang diujungnya terdapat dua kepala sari yang menyerupai cakram kecil (disebut dengan pollinia)
  18. Tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri sehingga perlu bantuan serangga dan manusia
  19. Tidak setiap bunga pada tanaman anggrek dapat menghasilkan buah
  20. Buah yang dihasilkan berbentuk seperti kapsul berwarna hijau, namun ketika telah matang akan kering, berwarna cokelat dan terbuka dari samping
  21. Biji tanaman anggrek berukuran sangat kecil dan ringan sehingga daat dengan mudah diterbangkan angin
  22. Biji tanaman anggrek tidak memiliki jaringan penyimpan cadangan makanan, terutama pada embrio yang belum mencapai tingkat kematangan yang sempurna
  23. Umumnya merupakan tanaman epifit dengan menempel namun tidak merugikan tanaman inangnya
  24. Anggrek membutuhkan sinar matahari pada tingkatan tertentu
  25. Tanaman anggrek asal daerah yang beriklim sedang (subtropis) umumnya hidup di tanah dan membentuk umbi pada musim dingin
  26. Cenderung tahan terhadap ketersediaan air yang terbatas
  27. Perbanyakan tanaman anggrek dapat dilakukan secara generatif (dengan biji) dan vegetatif
  28. Biji anggrek akan berkecambah jika biji jatuh atau ditanam pada media tanam yang sesuai
  29. Perbanyakan secara vegetatif, menggunakan organ tanaman berupa tunas samping atau stek batang

Klafikasi Dan Morfologi Bunga Anggrek



Klasifikasi dan Morfologi Bunga Anggrek – Bunga anggrek adalah salah satu bunga hias, yang banyak ditemukan diberbagai daerah bahkan dunia. Bunga anggrek ini termasuk dalam famili orchidaceae dengan ordo orchidales yang memiliki bentuk bunga menjari dan memiliki ragam warna mulai dari merah, pink, putih dan juga keungguhan.
1
Bunga anggrek ini memiliki 20.00 spesies yang menyebar keberbagai seluruh dunia, diantaranya hanya 6.000 spesies ditemukan di hutan – hutan Indonesia. Berdasarkan penelitian Dressier dan Dodson, 2000 dalam Widiastoety, dkk. 2010. Bunga anggrek ini dapat diklasifikasikan dan morfologikan adalah sebagai berikut :

Klasifikasi bunga anggrek

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Sub famili : Epidendroideae
Suku : Epidendreae
Sub suku : Dendrobiinae
Genus Dendrobium
Spesies : Dendrobium macrophylumm, Dendrobium canaliculatum, Dendrobium lineale, Dendrobium bifale dan Dendrobium secundum.
Bunga ini memiliki struktur morfologi yang terdiri dari bunga, daun, batang, akar dan biji diantara yaitu :


Morfologi bunga anggrek

Bunga ini memiliki struktur morfologi yang terdiri dari bunga, daun, batang, akar dan biji diantara yaitu :

a. Bunga

bunga anggrek ini merupakan tanaman hias yang memiliki keragaman warna dan bentuk bunga yang bervariasi, namun pada umumnya bunga memiliki struktur yang sama. Bunga anggrek ini terdiri dari kelopak ( sepal ), mahkota, petal, lidah ( labelum ), bakal buah yang dibentuk dengan menyatuan putik dengan benang sari.

b. Buah

Bentuk buah bunga anggrek ini berbeda – beda tergantung dengan jenisnya, bunga anggrek lentera atau capsuar memiliki enam rusuk. Tiga diantaranya rusuk sejat dan tiga lainnya melekat pada dua tepi dain buah yang berlainan. Buah ini memiliki warna dan bentuk yang kecil dan terdapat jutaan biji didalamnnya yang lembut dan halus.

c. Daun

Daun bunga anggrek memiliki warna hijau dengan bentuk membesar dan meruncing keatas. Bunga ini memiliki pertulangan daun sejajar, dan juga ada yang bersifat tidak ada keserantakan keguguran daun. Ada beberapa tipe daun berdasarkan jenis dan varietesnya diantara :
  • Kelompok evergreen ( daun tipe segar maupun hijau ) bersifat tidak memiliki keserentakan dalam gugur daun.
  • Kelompok decides ( tipe gugur ) bersifat memiliki keserentakan dalam gugur, untuk memunculkan bakal bunga dan biji.

d. Batang

Batang bunga ini tebal dan mengembung yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan air untuk menghindari kekeringan pada tanaman. Batang tanaman ini memiliki dua tipe diantaranya yaitu :
  • Monopodial, batang bersfiat tunggal dan memiliki satu titik tumbuh.
  • Simpodial, batang bersfiat berumbi semu dan memiliki ruas – ruas tahunan.

e. Akar

Akar bunga anggrek berbentuk silinderis dan berdaging lunak, mudah patah, serta memiliki ujung kar meruncing licin dan sedikit lengket. Dalam keadaan kering akar tanaman ini akan berwarna putih abu – abu pada bagian luar dan bagian ujung akar berwarna kehijau – hijuan atau keungguan. Sedangkan, akar yang sudah tua akan berwarna kecoklatan muda hingga tua yang akan digantikan dengan akar baru atau tunas baru.

Kamis, 02 Februari 2017

Anggrek Emas Kinabalu

Anggrek Emas Kinabalu


Bunga anggrek emas kinabalu hanya dapat dijumpai di Kinabalu National Park yang berada di Malaysia. Bunga ini hanya mekar pada bulan April - Mei dan butuh waktu 15 tahun lamanya untuk mekar kembali. Harga anggrek emas ini dapat mencapai US$ 6000 (Rp. 78 juta). 

Anggrek ini dinamai Cleisocentron kinabaluense metusala dan J.J. Wood. Nama spesies "Kinabaluense" diambil berdasarkan nama anggrek asal tersebut di gunung Kinabalu. 

Anggrek ini merupakan jenis anggrek yang tumbuh secara epifit, dengan batang bisa tumbuh hingga 20 cm. Karena langka, bunga anggrek ini termasuk dalam salah satu bunga termahal di dunia.

Jenis Tanaman Bunga Anggrek Termahal Di Indonesia

1. Lily of The Valley (190-635 Ribu Per Ikat)

Percayakah Anda kalau ternyata salah satu bunga termahal di dunia adalah bunga yang berbahaya dan beracun? Itulah bunga Lily of The Valley, yakni sebuah bunga yang memilik berry merah kecil dan jika Anda telan dapat mengakibatkan muntah-muntah, sakit pada bagian perut, hingga tekenan darah di jantung meningkat dan menyebabkan kematian.
Legenda menceritakan bahwa bunga ini berasal dari air mata Bunda Maria ketika Yesus disalibkan dan juga berasal dari air mata Hawa (Eve) ketika dirinya diusir dari Taman Eden. Inilah sebabnya mengapa bunga ini dikenal juga dengan nama Our Lady's Tears atau Mary's Tears.
Dalam penggambarannya bunga ini sendiri disebut memiliki aroma manis yang indah namun tetap saja berbahaya. Lily of The Valley adalah bunga yang digunakan sebagai bunga pernikahan pada pernikahan William dan Catherine Middleton.

  2.Hydrangea (82 Ribu Per Tangkai)

Beberapa dari Anda baik secara tidak sadar ataupun sadar pasti pernah melihat bunga ini di beberapa acara resmi seperti pernikahan contohnya. Dapat dijumpai di negara-negara bagian Selatan dan Timur Asia, Amerika, dan juga Indonesia.
Tinggi semaknya saja dapat mencapai 1 hingga 3 meter dan terkadang berbentuk seperti pohon yang pada kenyataannya adalah bunga Hydrangea. Masa hidup perkembangan Hydrangea adalah dari awal musim semi hingga musim gugur. Di Jepang bunga ini dibuat menjadi sebuah teh manis yang cukup dikenal dengan sebutan ama-cha. Sama halnya seperti Korea yang menggunakan bunga ini sebagai minuman teh herbal bernama Sugukcha. Warna dari bunga ini dapat beragam dari warna putih, violet, ungu muda, pink dan juga biru.

3. Gloriosa (76-127 Ribu Per Bunga)

Dapat ditemukan di Asia dan Afrika adalah tumbuhan yang bunganya saja cukup mahal yaitu Gloriosa. Bunga ini cukuplah langka dan dapat ditemukan di Asia serta Afrika dengan penanda warnanya yang berbeda dari ujung daun hingga dasar bunga. Dimulai dari warna hijau kekuningan, oranye, merah, dan terkadang pink.

Merupakan bunga nasional dari negara Zimbabwe dimana seorang peniti membuat berlian dengan bentuk bunga ini dan menghadiahkannya kepada Ratu Elizabeth II atas nama negara Zimbabwe pada tahun 1947. Bunga Gloriosa juga memiliki banyak nama dimulai dari Flame Lily, Fire Lily, Glory Lily, Superb Lily, Climbing Lily, dan juga Creeping Lily. Semua ini biasanya merujuk ke bentuk bunganya yang seperti api.

4. Tulip Bulb Abad 17 (72 Juta Di Abad 17)

Dikatakan bahwa pada abad ke-17, harga dari bunga satu ini mungkin adalah harga bunga termahal di dunia yakni hingga sekitar 72 Juta namun dalam perhitungan abad ke-17. Sekarang ini diperkirakan mungkin warjanya ia adalah berharga sekitar 7 Juta hingga 12 Juta per tunasnya. 
Hal tersebut menyebabkan sebuah fenomena tersendiri pada abad tersebut dimana banyak orang pada masa itu tidak takut untuk menjual tanah dan harta mereka hanya untuk mendapat benih dari bunga Tulip Bulb ini, Dikatakan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari penjualan bunga ini bisa mencapai 20 kali lipat jika terjual di pasaran. Namun di tahun 1637, harga Tulip Bulb turun jauh dan bahkan menjadi sangat murah. Karena kurangnya data di tahun tersebut, tidak diketahui apa tepatnya alasan mengapa harga bunga Tulip Bulb ini bisa turun jauh.

5. Saffron Crocus (15-19 Juta Per Pon)

Dapat tumbuh hingga 20-30 centimeter, Saffron Crocus adalah bunga yang sangat indah apabila ia tumbuh dengan baik. Dalam perkembangannya, ia membutuhkan sinar matahari langsung. Bunga ini sendiri adalah bunga yang sering digunakan sebagai bumbu masak dan dikenal secara khusus sebagai bumbu Saffron.
Tentu saja untuk menghasilkan bumbu masak dari bunga ini tidaklah murah dan mudah. Dibutuhkan sekitar 50.000 hingga 70.000 bunga kering Saffron hanya untuk menghasilkan 450 gram ekstrak bunga ini. Tidak membingungkan apabila bunga ini adalah salah satu bunga termahal di dunia. Negara seperti India, Persia, Eropa, Arab dan Turki sering menggunakan Saffron dalam masakan kuliner mereka.

Cara Menanam Bunga Anggrek

Cara Menanam Bunga Anggrek Jadi bagaimana sebenarnya cara menanam bunga anggrek itu? Sebelum membahas lebih lanjut, kamu harus tau terlebih dahulu bahwa terdapat dua gaya cara dalam menamam bunga anggrek ini. Yakni dengan cara gaya ditempel atau gaya ditanam di dalam pot. Kedua cara itu bukan merupakan sesuatu hal yang aneh karena memang bunga tersebut termasuk dalam kategori tanaman hias. Di bawah ini ada penjelasan lebih lanjut dari masing-masing gaya cara menanam bunga anggrek.

1. Menanam di dalam pot

Cara menanam Bunga Anggrek di dalam Pot

  • Pililhlah pot tanah atau plastik, karena pot ini sangat cocok dan bagus untuk ditanami bunga anggrek.
  • Selanjutnya buatlah tiang untuk penahan batang. Hal ini perlu dilakukan tanaman bunga anggrek ini menjalar, selain itu fungsi dari pembuatan tiang juga agar dapat memelihara dan dapat membentuk tanaman bunga anggerek sesuai keinginan si pemilik.
  • Media tanam yang paling cocok untuk menanam bunga anggrek adalah pecahan batu bata atau genteng, potongan sabut kepala, potongan pakis dan arang kayu.

2. Menanam dengan di tempel

Cara menanam bunga anggrek dengan di tempel

Gaya menanam dengan cara ditempel ini terbilang lebih mudah dari pada gaya menanam bunga anggrek di dalam pot, Karena caranya yang simpel dan tidak banyak memerlukan media tambahan. Media yang diperlukan sudah langsung bunga itu sendiri serta papan lukis. Selain itu, tanaman ini memang lebih bagus ditanama dengan cara ditempel karena bunga anggrek ini tidak memiliki batang yang tak terlalu panjang. Selain itu, bunga anggrek yang ditanam dengan cara ditempel mungkin bisa dijadikan alternatif pilihan sebagai hiasan dinding rumahmu.
Sebagai penutup, kami tampilkan video mengenai cara merawat bunga anggrek

Cara Merawat Tanaman Bunga Anggrek

Cara Merawat Bunga Anggrek

Di bawah ini, ada beberapa tips cara merawat bunga anggrek di dalam rumah.

1. Tempatkan bunga anggrek di tempat yang terkena sinar matahari secara alami

Jangan sampai bunga anggrek ditempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari sama sekali. Usahakan tempatkanlah di tempat yang terkena sinar matahari. Namun perlu diingat, jangan sampai bunga anggrek itu terkena sinar matahari secara langsung dan tidak boleh terlalu panas juga. karena jika itu terjadi dapat mengganggu pertumbuhan bunga anggrek itu sendiri.

2. Membeli lampu ruangan

Lampu ruangan berfungsi agar bunga anggrek yang ditempatkan di dalam ruangan tetap terkena cahaya.Hal ini cukup penting, karena jika bunga anggrek ini kekurangan cahaya maka akan menjadi tidak sehat dan dapat mengalami kematian.

3. Usahakan terjaga kelembapannya

Karena merupakan jenis tanaman tropis, lingkungan alami tanaman ini adalah daerah yang lembab. Jaga terus tanaman ini agar selalu lembab, hal ini perlu dilakukan agar tanaman ini masih tetap bisa tumbuh dengan baik.

4. Tanam Anggrek dalam pot kecil

Bunga anggrek ini memiliki akar yang halus sehingga membutuhkan pot yang lebih kecil agar dapat terus tumbuh dan berkembang. Perlu diingat, ada beberapa jenis bunga anggrek yang perlu diganti pot setiap tahunya. Tetapi, jenis bunga anggrek yang lainnya masih bisa tumbuh dan berkembang walau terdapat di dalam pot selama bertahun-tahun.

5. Memberikan Pupuk

Berikalan pupuk yang hanya diperuntukkan untuk bunga anggrek atau tanaman bunga tropis. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Karena agar bisa memberikan hasil yang optimal. Kamu bisa menanyakan tentang pupuk ini ketika membeli bunga anggrek atau kepada ahli tanaman yang kamu ketahui.
Pada lima point di atas, sudah dijelaskan tentang bagaimana cara dan tips merawat bunga anggrek. Namun sebelum melakukan itu semua ada hal penting yang perlu kamu ketahui. Tentu sebelum merawat bunga anggrek, terlebih dahulu kamu harus mengetahui bagaimana cara menanam bunga anggrek ini. Mengapa hal ini perlu kamu ketahui? Karena biasanya akan ada kepuasan tersendiri jika kita memiliki bunga anggrek yang ditanam sendiri dari pada yang dibeli atau ditanam oleh orang lain.


Manfaat Tanaman Bunga Anngrek

Adapun manfaat dari tanaman anggrek antara lain adalah :
1. Sebagai penghilang stress
Menurut para ahli kesehatan, membudidayakan bunga anggrek maupun bunga lain sebagai tanaman hias dapat membantu mengurangi tingkat stress pada seseorang. Keindahan dan aroma yang terpancar dari bunga ini dapat meningkatkan efek relaksasi serta memberikan ketenangan dan kedamaian bagi si empunya.
2. Dapat digunakan sebagai tonik panjang umur
Dalam masyarakat Cina, manfaat bunga anggrek khususnya jenis Dendrobium biasa dimanfaatkan sebagai ramuan tonik / teh herbal yang dicampurkan dengan  akar licorice. Dimana tijuan dari mengkonsumsi ramuan herbal tersebut diantaranya adalah :
  • Untuk mentransmisikan energi penyembuhan ke seluruh bagian tubuh manusia.
  • Dapat membantu melembabkan dan menyehatkan kulit dan mencegah kekeringan dan kulit bersisik.
  • Sebagai pelepas dahaga pada saat terjadi polusi karena asap yang menyebabkan paru-paru maupun saluran udara dalam tubuh terasa kering serta meningkatnya rasa haus. Hal ini akan membantu mengatasi dehidrasi.
  • Dapat mengobati berbagai jenis penyakit seperti tuberkulosis, perut kembung, keringat malam, anoreksia, demam, dan dispepsia secara efektif.
  • Dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru, ginjal, dan perut.
  • Dapat mengatasi gangguan sakit perut, kram, serta muntah-muntah
  • Dapat mengobati gangguan seksual seperti impotensi
  • Dapat mengobati rasa nyeri pada kaki dan tangan, sakit pinggang, dan arthralgia
  • Dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat membantu tubuh dalam melawan terjadinya infeksi.
  • Dapat membantu mengatasi gangguan pada penglihatan, seperti infeksi pada mata.

  • 3. Mengatasi gangguan saraf dan fungsi otak
    Cypripedium pb. Merupakan salah satu speSies anggrek dimana bagian akarnya mengandung minyak atsiri, resin, tanin, gula, pati, serta komponen lainnya yang berguna dalam penyembuhan berbagai macam gangguan penyakit. Penyakit itu seperti iritabilitas saraf, histeria, kejang, gangguan fungsi otak seperti kegilaan dan delirium.
    4. Dapat membantu mengobati sakit gigi dan telinga
    Arethusa Bulbosa merupakan salah satu spesies anggrek yang memiliki akar dengan kandungan senyawa kimia yang mampu menyembuhkan sakit gigi serta penyakit telinga.
    5. Menyembuhkan demam dan nyeri sendi
    bunga anggrek bagi kehidupan manusia terutama jenis Aplestrum hyemale, biasa digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan bisul. Pasta dari daun hootieriana vanda digunakan sebagai tapal panas untukManfaat  menyembuhkan nyeri pada sendi.
    6. Dapat digunakan sebagai bahan makanan
    Dibeberapa negara, bunga anggrek khususnya jenis dendrobium juga dimanfaatkan dalam berbagai olahan makanan, seperti :
    • Di Thailand dan Singapura bunga anggrek dijadikan sebagai salah satu produk olahan snack yang lezat.
    • Di Eropa, bunga anggrek dikonsumsi dalam bentuk garnish atau sebagai hiasan pada kue.
    • Di suku Aborigin, bunga anggrek dijadikan alternative bahan pangan pada saat kondisi darurat.
    • Di Nepal, bunga anggrek dimanfaatkan sebagai acar.
    7. Dapat menghilangkan polusi serta racun di udara
    Dengan memelihara bunga anggrek sebagai tanaman hias di rumah, hal ini dipercaya dapat menghilangkan polusi serta efek racun yang terbawa oleh udara. Sehingga menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
    8. Mencegah terjadinya penuaan dini
  • Akhir-akhir ini bunga anggrek telah diberdayakan sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan produk kosmetik. Dimana bunga ini memiliki kemampuan dalam menyimpan air, sehingga menjadikannya panjang umur. Anggrek juga merupakan sejenis tanaman yang mampu memperbarui dirinya sendiri sehingga ia dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.
    Ekstrak minyak dari bunga anggrek telah terbukti mampu membantu meremajakan kulit serta membuat kulit terasa lebih kencang, yang pada akhirnya hal ini dapat membantu seseorang untuk mencegah terjadinya penuaan dini.

Jenis - Jenis Tanaman Bunga Anggrek

 Indonesia terdapat beberapa jenis tanaman hias bunga Anggrek, seperti Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, Oncidium, Catleya,Cymbidium, phaphiopidium dan sebagainya. Tetapi jenis anggrek yang sangat umum dikenal oleh masyarakat adalah Dendrobium, Phalaenopsis dan Vanda. Ketiga jenis tanaman anggrek ini sudah menjadi bisnis dikalangan pedagang tanaman hias.
Jenis Tanaman Hias Bunga Anggrek yang Biasa Ada di Indonesia

Sebelum melakukan budidaya tanaman anggrek sebaiknya terlebih dahulu mengenal jenis jenis anggrek. Mengenal terlebih dahulu sifat hidup (habitat), faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan jenis tanaman anggrek yang akan dibudidayakan. Sehingga nantinya tidak salah dalam mengelola dan merawat tanaman anggrek.

Berdasarkan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu :

Jenis simpodial (anggrek yang tidak memiliki batang utama)
Jenis tanaman anggrek ini memiliki sifat bunga anggrek keluar dari ujung batang batang. Diantara jenis ini antara lain: Dendrobium, Catleya, Oncidium dan Cymbidium.

Jenis monopodial (anggrek yang pertumbuhannya lurus ke atas pada satu batang)
Jenis tanaman anggrek ini memiliki sifat bunganya keluar dari sisi batang atau diantara dua ketiak daun, contohnya Vanda, Arachnis, Renanthera dan Aranthera.

Menurut seorang peneliti tanaman anggrek, Hawkes (1965), mengelompokkan tanaman anggrek berdasarkan habitatnya. Jenis tanaman anggrek berdasarkan habitat atau lingkungan hidupnya dibagi dalam empat jenis diantaranya:

1. Jenis anggrek efifit
Anggrek yang tumbuh pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan ternaungi dari sinar matahari langsung
contoh: Catleya, Dendrobium, Phalaenopsis dan Oncidium.

2. Jenis anggrek terestial
Anggrek yang tumbuh ditanah dan membutuhkan sinar matahari langsung
contoh: Vanda, Aranthera, Renathera, Arachnis.

3. Jenis anggrek litofit
Anggrek yang tumbuh pada batu batuan dan tahan terhadap sinar matahari penuh
contoh: Dendrobium phalaenopsis.

4. Jenis anggrek saprofit
Anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun daun kering dan membutuhkan sedikit sinar matahari. Contohnya adalah Goodyera.

Dengan mengetahui jenis dan tipe tanaman anggrek diharapkan akan bisa melakukan budidaya tanaman anggrek dengan benar. Sehingga diperoleh tanaman hias bunga anggrek yang indah

Pengertian Bunga Anggrek

                                  Pengertian Anggrek


Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbungadengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembap. Orchidaceae adalah sumber inspirasi dari nama kereta api Argo Anggrek, kereta api eksekutif yang melayani Surabaya Pasar Turi-Gambir.
Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias serta vanili.berkelopak bunga indah dan berwarna-warni
  

Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yang sukulen atau "berdaging": tebal dengan kandungan air yang tinggi. Dengan demikian ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang rendah. Air diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun demikian, anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif. Anggrek menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai tumbuhan lantai hutan atau di bawah naungan. Sebagai tanaman hias, anggrek tahan di dalam ruang.